Selasa, 16 Desember 2014

Sahabat Kecilku



kita selalu berkelakar bersama
menguntai kasih dalam balutan sinar mentari
menebar tawa dalam rintikan gerimis
kala penat dan sepi takkan terasa
bersama menggambar senyum-senyum polos itu
merangkai untaian sajak dalam mimpi

asaku ingin kembali ke sana
masa-masa sebelum usia merenggutnya
ukiran-ukiran kekanakkan
kata sederhana membentuk tawa
dan sepucuk harapan dalam doa
ketika kita masih sempat bersepeda berdua
mengarungi dunia tanpa batas

kini semua telah berlalu seiring dentingan jam
menemani setiap jejak langkah yang kini sendiri
menepaki jalan menuju kedewasaan sejati
membawa kita di dunia indah dalam sajak kelabu

peristiwa bertahu lalu mengukir sejarah
ketika kau besitkan cincin ilalang di kelingkingku
tahukah kau?
kau ada sebelum aku mampu mengeja
hingga aku mulai belajar merangkai kata
kau ada menjadi sandaran sepiku
penggugah semangat di setiap hembusan nafas

ketika aku mencoba berlari. . .
meninggalkan secercah kenangan dalam memori
bayangmupun menahanku, menyeret dalam kenangan tempo dulu
ketika kau lantunkan sebaris kata
"aku menyukaimu"

di ujung senja aku berangan
akankah asaku kan sia?
namun hati ini terlanjur merapuh

Tidak ada komentar: