Kebetulan Yang Tak Berujung
Karya : Dian Puspika Sari
“Teng.. Teng. Teng.. Teng !!” Dering bel menandakan waktu istirahat, semua siswa
berhamburan meninggalkan kelasnya menuju ke kantin untuk berburu makanan di
bawah sang surya yang baru saja timbul beberapa jam yang lalu, dan seperti
biasanya 8 orang anak ini bergerombol menjadi satu dengan maksud yang sama
dengan siswa lainnya. Yah, memang begitulah, akhir-akhir ini 8 orang anak tersebut
memang sering bersama, padahal mereka tidak pernah saling mengenal antara satu
dan lainnya, hanya ada beberapa anak saja yang memang sudah kenal sebelumnya,
yah itupun hanya sekedar kenal nggak akrab-akrab bener. Ntahlah, ntah darimana
ntah bagaimana awal kisah itu, yang pastinya semua kebersamaan itu berawal
disaat mereka sama-sama menginjakkan kaki di kelas VIII A. Disaat itu lah
benih-benih kebersamaan kami mulai tumbuh, mulai dari kebiasaan mereka yang
suka duduk-duduk didepan kelas, diwaktu gurunya nggak ada di kelas,
ngerumpi-ngerumpi bareng.
“ Hmm, kalian mau makan apa ?” Tanya si devi disaat telah sampai di
kantin.
“ Hm, makan soto aja deh ! “ seru semuanya
“OK, mbak sotonya delapan iya!” ujar devi ke mbak kantin
***
Setelah makan, mereka pun meninggalkan kantin dan menuju ke kelas
karena bel masuk udah berbunyi.
“Anak-anak, kalian kerjakan tugas ini iya, soalnya ibu ada urusan,
nanti ibu kesini lagi!” ujar seorang guru memberikan tugas sembari meninggalkan
kelas .
“Siap bu !!” seru para siswa
Selang beberapa menit bu guru meninggalkan kelas, mereka pun keluar,
mereka duduk didepan kelas sambil bernyanyi dan bersenda gurau.
‘kan selalu bersama dalam suka duka
Berbagi segalanya
Berbagi segalanya
Di saat ku termenung kau datang bawa cerita
Di saat ku bahagia kau jaga penuh hatiku
Apapun kisahku kamu ada untukku
Hanya kaulah sahabat sejatiku
Di saat ku bahagia kau jaga penuh hatiku
Apapun kisahku kamu ada untukku
Hanya kaulah sahabat sejatiku
Kita ‘kan selalu bersama dalam suka duka
Berbagi segalanya tak terpisahkan
Hanya kau yang ada di hatiku
Berbagi segalanya tak terpisahkan
Hanya kau yang ada di hatiku
Kita ‘kan selalu bersama menggapai semua cinta
Dan meraih dunia walau badai menghadang tak akan kita terluka
Cause you are my best friend forever
Dan meraih dunia walau badai menghadang tak akan kita terluka
Cause you are my best friend forever
Di saat ku termenung kau datang bawa cerita
Di saat ku bahagia kau jaga penuh hatiku
Apapun kisahku kamu ada untukku
Hanya kaulah sahabat sejatiku
Di saat ku bahagia kau jaga penuh hatiku
Apapun kisahku kamu ada untukku
Hanya kaulah sahabat sejatiku
Kita ‘kan selalu bersama dalam suka duka
Berbagi segalanya tak terpisahkan
Hanya kau yang ada di hatiku
Berbagi segalanya tak terpisahkan
Hanya kau yang ada di hatiku
Kita ‘kan selalu bersama menggapai semua cinta
Dan meraih dunia walau badai menghadang tak akan kita terluka
Cause you are my best friend forever
Dan meraih dunia walau badai menghadang tak akan kita terluka
Cause you are my best friend forever
‘kan selalu bersama dalam suka duka
Berbagi segalanya
Berbagi segalanya
Kita ‘kan selalu bersama dalam suka duka
Berbagi segalanya tak terpisahkan
Hanya kau yang ada di hatiku
Berbagi segalanya tak terpisahkan
Hanya kau yang ada di hatiku
Kita ‘kan selalu bersama menggapai semua cinta
Dan meraih dunia walau badai menghadang tak akan kita terluka
Terluka tak akan kita terluka
Cause you are my best friend forever
Dan meraih dunia walau badai menghadang tak akan kita terluka
Terluka tak akan kita terluka
Cause you are my best friend forever
Itulah senandung lagu yang mereka lantunkan, Setelah cukup lama mereka
disitu, tampak dari ruang guru ibu itu melangkah menuju kelas dan membawa
mistar, mereka pun langsung masuk kelas setelah melihat tampang killer dari guru
bahasa Indonesia ini.
“Yang keluar kelas tadi maju semuanya ! kalian ini, disuruh diam saja
di dalam kelas mengerjakan tugas, eh malah keluar main-main tidak jelas”. Ucap
bu Marni dengan intonasi penuh.
“ Ee tapi bu, tadi saya dan Meli disuruh ibu Siti memoto Copykan
tugasnya!” jawab dian salah satu dari mereka
“ Tapi, kalian kan bisa izin dulu dengan saya” ucap bu Marni
“ Tapi bu, tadi ibu lagi makan, jadi kami takut menganggu ibu” sanggah dian.
“Pokoknya ibu nggak mau terima pembantahan dari kalian” tegas bu
Marni.
Akhirnya dengan tampang
pasrahpun, mereka menyerah. Merekapun terpaksa menengadahkan tangan mereka
didepan hadapan ibu. Ini merupakan kali pertamanya dian dan tujuh teman lainnya
kena hukuman dari seorang guru. Akan tetapi iya tidak apa-apalah, pikir-pikir
bisa untuk dikenang. Dengan adanya incident
ini, rasa kebersamaan mereka lebih erat lagi, iya memang kebetulan hanya mereka berdelapanlah yang tadi keluar kelas.
Hari-hari pun telah
berlalu, saat itu tepat tanggal 7 Mei 2011,disaat istirahat, mereka berkumpul
di antara kelas VIII A dan Laboraturium Komputer, disaat itu, ada salah satu
dari mereka yang memecahkan kebisuan.
“ Hemp, semuanya, !! kan akhir-akhir ini kita sering bareng-bareng tu,
kita juga sudah akrab banget kan, gimana kalau kebersamaan dan keakraban kita
ini, kita beri nama !” cetus si Devi
“ Ee iya juga sih, ide yang bagus itu,coba Tanya sama yang lainnya!” tanggap si Meli
“Kalau kami sih, fine-fine saja!”
seru yang lainnya
“Tapi apa ya namanya?” sela si Dian
Suasana pun sesaat
menjadi hening, memikirkan nama apa yang akan diberikan atas dasar kebersamaan
mereka selama ini.
“Oh iya, aku punya ide, gimana kalau namanya Okydoky, kan lagi
marak-maraknya sinetron Go Go Girl, gimana ? Pada setuju nggak ?!” seru si susi
memecahkan keheningan.
“ Hemp, boleh-boleh, setuju setuju!” seru mereka semua
Akhirnya, Okydoky pun
Resmi menjadi nama persahabatan mereka, dari tujuh mei inilah, persahabatan
mereka telah mempunyai nama. Lambat laun, nama Okydoky pun telah dikenal dengan
banyak orang di SMP mereka.
Akan tetapi, tidak
semua orang senang akan keakuran dan kebersamaan mereka, sebagian orang pun
sudah ada yang memandang sebelah mata tentang mereka. Iya, masa bodo ah ! you think I care. Toh hidup hidup kami,
kami nggak ada juga mengusik hidup mereka, biarlah mereka lelah dengan
sendirinya. Pikir anak Okydoky.
Rutinitas hari sabtu
disekolah mereka adalah kegiatan ekstrakulikuler, berhubung pembimbing
olimpiade mereka tidak ada, dan yang lainnya juga nggak ada kegiatan, mereka pun
ngumpul-ngumpul di suatu ruang kelas.sambil mengikuti alur pembicaraan mereka.
Ditengah tengah cerita, yati sedikit memotong pembicaraan.
“OD (inisial okydoky), saya
punya ide, gimana kalau kita buat karya tulis, dan kita tempelkan di mading,
kasihan kan madingnya, kosong sepi tidak berpenghuni seperti itu!” Saran
yati kepada anak OD
“Boleh-boleh!”, tanggap anak OD lainnya tanpa berfikir panjang.
Akhirnya, pada suatu sore pun, mereka
berkumpul di sekolah untuk mengerjakan karya untuk mading di sekolah mereka. Mereka mengerjakannya dengan
hati riang gembira, disinilah mereka
memperlihatkan rasa kebersamaan mereka. Saling memberi kritik dan saran.
Setelah selesai, esoknya pun mereka menempelkannya di Mading. mereka senang,
karena banyak orang yang mau menghampiri dan membaca karya mereka. Tapi sayang
seribu sayang, tangan tangan gatal yang
kurang suka dengan mereka, merobek dan membuang semua karya mereka. Akan tetapi
iya sabar sajalah, biarkan tuhan yang membalasnya.
“ Apo nih, eder nian¹ ! “
ceplos salah satu orang yang tidak menyukai kami.
Pada suatu hari, mereka berkumpul di dekat ruangan Multimedia. Disitu
mereka menceritakan akan banyak hal yang telah mereka lalui. Mengingat tidak
lama lagi mereka akan UN dan tandanya detik-detik kebersamaan itu akan hilang,
dan melanjutkan kesekolah menengah atas yang tidak sama, tentu ini menjadi
ujian yang harus mereka lalui.
“Hemp, OD, kalau udah lulus dari sini, dan apabila kita telah
berpisah, jangan saling melupakan dan pada sombong iya, jangan seperti kacang
yang lupa sama kulitnya!” cetus si susi
“Iya, sayang banget akunya sama kalian, kalau kalian udah pada ganti
nomor atau apapun, jangan lupa pada kasih informasi” sambung si Susita dan
Yati.
“Ee sip sip sip!” seru OD lainnya.
Seketika, ekspresi yang
awalnya pada berseri-seri, kini drastis menjadi sedih dan galau. Semuanya hanya
dapat tertunduk. Dan diam tanpa sepatah kata apapun.
Hari demi hari telah berlalu, mulai banyak masalah yang harus mereka
lalui, hingga pada suatu saat Okydoky pun terpecah hanya bersisakan enam orang,
tidak bukan dan tidak lain ini karena keegoisan dari mereka masing-masing yang
belum bisa memahami keadaan satu sama
lain, akhirnya dari sisa enam anak Okydoky ini di beri sebuah nama TBSO ( The
Best Six of Okydoky) akhirnya enam anak OD kini harus menjalin persahabatan dengan
member yang tidak lengkap. Hingga
akhirnya keadaannya pun semakin nggak jelas, hingga suatu saat TBSO pun hancur.
“ Cumi ( panggilaan untuk anak OD), kok persahabatan kita menjadi
seperti ini sih ?” ujar si devi.
“Hmm, entahlah mbak, anak-anaknya disini pada egois semua !” sanggah
ewindri.
“Gimana kalau kita omongin semuanya baik-baik, baru setelah itu
bicarakan gimana bagusnya”. Lanjut devi.
“Yah, percuma lah, orang ini nggak bakalan pada ngerti, orangya udah
pada sibuk sendiri-sendiri” sanggah vita.
“Iya sih mbak, bentar lagi kita UN gimana kalo fokus ke UN nya aja
duluan, ntar habis UN kita bicarain baik-baik!” tambah dian.
“ OK Ok kalau itu memang yang kalian inginkan, apa boleh buat sekarang
yang delapan itu hanya tinggal 4 orang gini !” jawab devi.
“Yah, mau di gimanain lagi, mungkin inilah yang namanya sebuah
kehidupan” ujar susita
Hari-hari pun berlalu, Okydoky yang dulunya sangat cetar membahana,
kini hanya tinggal nama, menjadi bahan ejekan orang-orang yang tidak suka
dengan adanya Okydoky. Sedih memang, tapi apalah daya, mungkin ini sudah
takdirnya harus begitu. Sekarang mereka hanya fokus untuk menghadapi UN.
***
Ujian nasional telah usai, kini semua siswa pada sibuk untuk
mempersiapkan berbagai hal untuk perpisahan. Hingga pada saat hari perpisahan
itu tiba, anak Okydoky juga belum bersatu seperti sebelumnya, saat terakhir di
masa SMP ini, akankah menjadi akhir Okydoky ? apakah Okydoky hanya sebatas SMP,
tapi ntahlah mungkin ini yang terbaik.
Sembari menunggu hasil kelulusan, mereka juga sibuk mengikuti TES ke
jenjang SMA yang mereka inginkan. Komunikasi diantara mereka pun kini telah
jarang, bahkan tidak ada lagi.
“
asshalatu khairum minan naum !” senandung adzan subuh
berkumandang, di dalam keremangan yang terbalut selaput bening nan suci . Dian
pun tersentak dari tidurnya. Langsung saja dian melihat handphonenya. Di sana ada satu pesan diterima langsung saja dibuka
oleh dian yang belum terkumpul semua nyawanya.
Assalamualaikum, cumi-cumiku sayang, ingatkan hari ini tanggal berapa ? kalau bisa besok datang
iya ke rumah cumingu ( devi ) maaf dadakan ngasih taunya, mohon partisipasinya.
OK J
By
: susi
***
Tiada terasa, ternyata persahabatan mereka telah genap satu tahun,
walaupun sesaat mereka sempat terpecah, tetapi itu hanyalah masalah kecil bagi
mereka. Masalah keegoisan itu tidak mereka pikirkan lagi. Tepat pada tanggal 7
mei 2012, mereka merayakan hari jadi persahabatan mereka, dengan meniup lilin
yang berdiri diatas sebuah kue Brownies yang bertuliskan “Happy Anniversarry
1th OKYDOKY”. Walaupun sangat sederhana, akan tetapi maknanya luar biasa.
Disinilah Okydoky menjadi satu jalinan lagi, menjadi suatu keluarga utuh bagaikan
mata rantai yang saling terjalin.
Tapi okydoky yang sekarang nggak akan bisa selalu bersama seperti yang dulu, karena
mereka melanjutkan ke SMA yang berbeda-beda. Akan tetapi kini mereka sudah
sedikit bisa berfikir dewasa, bahwa persahabatan itu tidak akan selamanya
bersama dalam suatu kondisi. Akan tetapi kita masih bisa bersahabat, walaupun
di waktu yang sama, akan tetapi tidak bersama-sama dalam suatu kondisi. Jarak,
bukan penghalang, mereka yakin suatu saat nanti mereka pasti dapat berkumpul
lagi, iya walaupun dengan keadaan yang tidak sama, karena mereka punya tekad
dan keinginan bersama, bahwasanya, jikalau mereka sudah sama-sama sukses nanti, mereka akan
membangun sebuah Restaurant.. OKydoky Resto.
Perpecahan yang pernah terjadi kini mereka jadikan sebuah pedoman dan
pelajaran khusus didalam persahabatan mereka.
- Sekian -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar