Minggu, 02 Maret 2014

Bisa karena tekad


Bisa, karena bertekad baik
Sudah dipertengahan semester genap, para  pelajar mulai dari SD, SMP, dan SMA mulai sibuk bimbel, private, les dan lain sebagainya. Sama halnya yang terjadi di salah satu SMP terfavorit yang letaknya di Ibukota kabupaten Muaro Jambi. Sekolah yang di gunakan untuk melanjutkan Pendidikan setelah sekolah dasar, semua siswa sudah mulai sibuk mempersiapkan mental dan fisiknya untuk menjalani saat saat yang menentukan ketuntasan hasil belajar mereka selama tiga tahun ini.
                Seperti siswa yang lainnya, cewek berkulit hitam manis, dengan rambut hitam sebahu ini juga nggak kalah sibuknya, cewek yang selama ini cuek akaan lingkungannya juga sudah mengenal situasi yang namanya GALAU. Resah memilih sekolah mana yang akan dia tuju, setelah dari sini. Iya, sebut saja namanya Disa.
                “ heh, disa, kok tumben banget sih kamu galau begini ?” tegur temannya sembari memukul pundak disa.
                “ ee e iya nih, saya juga bingung, kenapa bisa begini” jawabnya dengan nada polos.
                “ hm, jangan-jangan, kamu lagi jatuh cinta iya ?” ceplos si desy.
                “ Eh eh eh, sembarang aja kamu bilang, apa itu Cinta ?, belajar aja belum kelar udah mikirin cinta!” jawabnya dengan nada  tinggi.
                “ ups, jangan gitu dong wajahnya, saya kan Cuma bercanda atuh neng, nggak usah ditanggaapin serius gitu . lantas apa sih yang buat kamu jadi gini  ? gak biasanya kamu gini ? kok aneh banget ?  kesambet apaan kamu dis ?” sambung Desy.
                “ehm, jadi gini, aku bingung nih mau ngelanjutin kemana, aku pengen masuk ke SMA yang terfavorit dijambi itu loh !” jawabnya dengan nada yang mulai mendatar.
                “nah, lantas apa yang membuat kamu begini, toh, kamu tinggal ikutin tes nya aja. Kan beres. Santai aja Sist, aku yakin kamu pasti bisa!!” jawab si desy sembari mengelus punggung si Disa.
                “ ikut tesnya sih emang bisa, coba kamu bayangkan, seberapa banyak orang di Jambi ini, dan kamu tau kan, mereka yang daftar disana, mayoritas itu anak-anaknya pejabat des, apa mampu saya menyaingi mereka, uang mereka tebal, nah aku, sudah bisa mencukupi kebutuhan pokok aja udah syukur.!” Sanggahnya dengan nada yang rendah.
                “hadeh, dangkal banget sih dis pemikiran kamu, kamu itu udah besar, buktikan dong kalau kamu mampu” percayalah sekolah unggulan nggak semudaah itu menerima suapan dis !”
                “ hehe, iya deh akan aku coba” sambung Disa
                Lalu, si Disa pun beranjak dari tempat pembicaraannya dengan Desy.  Cewek berkulit hitam manis ini, terasa memiliki semangat hidup kembali, setelah mendapat sebuah dorongan dari sahabatnya itu. Iya, walaupun nggak banyak, setidaknya dia telah bisa bangkit dari kerendahan pemikirannya. Muka yang tadinya murung penuh kegalauan kini telah tersungging senyum manis darinya.
                Disa, pun mulai sibuk mencari informasi-informasi  akan sekolah yang ingin dia tuju, dia sibuk menghubungi seniornya yang ada disana. Ia pun mulai sibuk menyiapkan bahan-bahan pendaftarannya. Iya, walaupun teman-temannya dibantu orang tuanya, akan tetapi cewek ini, dengan mandirinya mengurus semuanya sendiri, ya wajar saja, orang tuanya, hanyalah lulus sekolah dasar. Tetapi, itu semua tiada menghambat dirinya untuk bisa masuk ke sekolah yang ia inginkan, iya walaupun tiada pernah terlintas dibenaknya untuk masuk ke SMA tersebut, tapi entah apa yang membuatnya ingin melanjutkan pendidikan ke Sekolah tersbut.
                “ ciye yang udah nggak galau lagi!” cetus Desy.
                “ ahah, iya dong, Gue yakin kok, kalau gue bisa melewati semuanya!” jawabnya santai.
                “ hehe, iya udah deh, kita ke kantin yuk, lapar nih.”. ajak Desy sembari menarik tangan Disa menuju kearah kantin.
                “ hmp, iya iya, kebetulan, aku juga lapar, heheh!” tanggap si Disa sembari menyunggingkan senyuman.
                Hari-hari  pun terus berganti, kini saat tes itupun telah  tiba, semua tantangan besar yang wajib ia lalui, untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Maklumlah nggak sedikit siswa yang meminati sekolah ini, biasalah sekolah Elit. Jadi nggak bisa santai si disa.
                Setelah melewaati semua tes, disa pun menunggu hasil tesnya keluar. Pada saatnya, hasil tes itupun tiba, siapa yang menyangka, cewek yang dibuat galau dengan sekolah ini, dapat lolos tahap seleksi dari sekian banyak orang, tidak lupa iapun sujud syukur atas apa yang telah dia raih.

                Akhirnya, tepat pada tanggal 1 juli 2012, hari serah terima pun telah tiba, dimana harus pisah dengan orang-orang yang kita sayangi, dan kini harus beradaptasi lagi dengan orang-orang yang tidak pernah saya kenal sebelumnya. Hari-hari kini harus ku jalani tanpa sosok ibu dan keluarga yang menemani, dan harus menjalani semuanya sendiri. Suatu hal yang tidak pernah terlintas dibenakku, dan kini harus aku jalani dengan setulus hati. 

Tidak ada komentar: