Bisa, karena bertekad baik
Sudah
dipertengahan semester genap, para
pelajar mulai dari SD, SMP, dan SMA mulai sibuk bimbel, private, les dan
lain sebagainya. Sama halnya yang terjadi di salah satu SMP terfavorit yang
letaknya di Ibukota kabupaten Muaro Jambi. Sekolah yang di gunakan untuk
melanjutkan Pendidikan setelah sekolah dasar, semua siswa sudah mulai sibuk
mempersiapkan mental dan fisiknya untuk menjalani saat saat yang menentukan
ketuntasan hasil belajar mereka selama tiga tahun ini.
Seperti
siswa yang lainnya, cewek berkulit hitam manis, dengan rambut hitam sebahu ini
juga nggak kalah sibuknya, cewek yang selama ini cuek akaan lingkungannya juga
sudah mengenal situasi yang namanya GALAU. Resah memilih sekolah mana yang akan
dia tuju, setelah dari sini. Iya, sebut saja namanya Disa.
“ heh, disa, kok tumben banget sih kamu galau begini ?” tegur temannya sembari memukul pundak disa.
“ ee e iya nih, saya juga bingung, kenapa bisa begini” jawabnya dengan nada polos.
“ heh, disa, kok tumben banget sih kamu galau begini ?” tegur temannya sembari memukul pundak disa.
“ ee e iya nih, saya juga bingung, kenapa bisa begini” jawabnya dengan nada polos.
“
hm, jangan-jangan, kamu lagi jatuh cinta iya ?” ceplos si desy.
“
Eh eh eh, sembarang aja kamu bilang, apa itu Cinta ?, belajar aja belum kelar
udah mikirin cinta!” jawabnya dengan nada
tinggi.
“
ups, jangan gitu dong wajahnya, saya kan Cuma bercanda atuh neng, nggak usah
ditanggaapin serius gitu . lantas apa sih yang buat kamu jadi gini ? gak biasanya kamu gini ? kok aneh banget
? kesambet apaan kamu dis ?” sambung
Desy.
“ehm,
jadi gini, aku bingung nih mau ngelanjutin kemana, aku pengen masuk ke SMA yang
terfavorit dijambi itu loh !” jawabnya dengan nada yang mulai mendatar.
“nah,
lantas apa yang membuat kamu begini, toh, kamu tinggal ikutin tes nya aja. Kan beres.
Santai aja Sist, aku yakin kamu pasti bisa!!” jawab si desy sembari mengelus
punggung si Disa.
“
ikut tesnya sih emang bisa, coba kamu bayangkan, seberapa banyak orang di Jambi
ini, dan kamu tau kan, mereka yang daftar disana, mayoritas itu anak-anaknya
pejabat des, apa mampu saya menyaingi mereka, uang mereka tebal, nah aku, sudah
bisa mencukupi kebutuhan pokok aja udah syukur.!” Sanggahnya dengan nada yang
rendah.
“hadeh,
dangkal banget sih dis pemikiran kamu, kamu itu udah besar, buktikan dong kalau
kamu mampu” percayalah sekolah unggulan nggak semudaah itu menerima suapan dis
!”
“
hehe, iya deh akan aku coba” sambung Disa
Lalu,
si Disa pun beranjak dari tempat pembicaraannya dengan Desy. Cewek berkulit hitam manis ini, terasa
memiliki semangat hidup kembali, setelah mendapat sebuah dorongan dari
sahabatnya itu. Iya, walaupun nggak banyak, setidaknya dia telah bisa bangkit
dari kerendahan pemikirannya. Muka yang tadinya murung penuh kegalauan kini
telah tersungging senyum manis darinya.
Disa,
pun mulai sibuk mencari informasi-informasi
akan sekolah yang ingin dia tuju, dia sibuk menghubungi seniornya yang
ada disana. Ia pun mulai sibuk menyiapkan bahan-bahan pendaftarannya. Iya,
walaupun teman-temannya dibantu orang tuanya, akan tetapi cewek ini, dengan
mandirinya mengurus semuanya sendiri, ya wajar saja, orang tuanya, hanyalah
lulus sekolah dasar. Tetapi, itu semua tiada menghambat dirinya untuk bisa
masuk ke sekolah yang ia inginkan, iya walaupun tiada pernah terlintas
dibenaknya untuk masuk ke SMA tersebut, tapi entah apa yang membuatnya ingin melanjutkan
pendidikan ke Sekolah tersbut.
“ ciye yang udah nggak
galau lagi!” cetus Desy.
“ ahah, iya dong, Gue yakin kok, kalau gue bisa melewati semuanya!” jawabnya santai.
“ hehe, iya udah deh, kita ke kantin yuk, lapar nih.”. ajak Desy sembari menarik tangan Disa menuju kearah kantin.
“ hmp, iya iya, kebetulan, aku juga lapar, heheh!” tanggap si Disa sembari menyunggingkan senyuman.
“ ahah, iya dong, Gue yakin kok, kalau gue bisa melewati semuanya!” jawabnya santai.
“ hehe, iya udah deh, kita ke kantin yuk, lapar nih.”. ajak Desy sembari menarik tangan Disa menuju kearah kantin.
“ hmp, iya iya, kebetulan, aku juga lapar, heheh!” tanggap si Disa sembari menyunggingkan senyuman.
Hari-hari pun terus berganti, kini saat tes itupun
telah tiba, semua tantangan besar yang
wajib ia lalui, untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Maklumlah nggak sedikit
siswa yang meminati sekolah ini, biasalah sekolah Elit. Jadi nggak bisa santai
si disa.
Setelah
melewaati semua tes, disa pun menunggu hasil tesnya keluar. Pada saatnya, hasil
tes itupun tiba, siapa yang menyangka, cewek yang dibuat galau dengan sekolah ini,
dapat lolos tahap seleksi dari sekian banyak orang, tidak lupa iapun sujud
syukur atas apa yang telah dia raih.
Akhirnya, tepat pada
tanggal 1 juli 2012, hari serah terima pun telah tiba, dimana harus pisah
dengan orang-orang yang kita sayangi, dan kini harus beradaptasi lagi dengan
orang-orang yang tidak pernah saya kenal sebelumnya. Hari-hari kini harus ku
jalani tanpa sosok ibu dan keluarga yang menemani, dan harus menjalani semuanya
sendiri. Suatu hal yang tidak pernah terlintas dibenakku, dan kini harus aku
jalani dengan setulus hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar