Biografi Zulkifli Nurdin
Beliau bernama H.Zulkifli Nurdin, panggilan kecilnya Zul, beliau dilahirkan di Muara Sabak pada tanggal 12 Juli 1948, beliau merupakan anak pertama dari beberapa bersaudara, Agama yang sejak kecil turun temurun dianutnya adalah Islam, Ayahnya seorang pedagang yang bernama H. Nurdin Hamzah dan Ibunya Hj. Nurhasanah. Beliau memiliki istri bernama Ratu Munawarah.
Semasa kecilnya beliau sekolah di SR (Taman Budaya) Tamat
tahun 1961, selanjutnya melanjutkan pada jenjang menengah pertama di SMPN 1
jambi tamat tahun 1964, setelah tamat beliau masuk di SMAN 2 Jambi tamat tahun
1967, setelah lepas dari menengah atas beliau kuliah di Ekonomi UI hingga
mendapat gelar Sarjana Muda pada tahun 1970 dan menyelesaikan sarjananya di
Ekonomi di Universitas Tujuh belas Agustus Surabaya.
Setelah menamatkan sekolahnya beliau bekerja pada perusahaan
orang tuanya dengan pengalaman yang ia miliki yaitu: pernah memegang jabatan
sebagai wakil kepala cabang PT Nurdin Hamzah di
Jakarta, Kepala cabang PT. Nurdin Hamzah di Jakarta, Dirut PT. Nurdin Hamzah
Jambi dari tahun. Pada tahun 1978 sampai dengan tahun 1990 memegang jabatan
kepala cabang PT. Nurdin Hamzah di surabya tahun 1998 menajdi anggota DPR RI.
Dan terakhir memegang jabatan Gubernur Jambi 1999-hingga sekarang.
Beliau juga aktiv di tingkat organisasi antara lain yaitu :
pengalaman dalma bidang organsiasi, beliau telah memegang beberapa jab atan
antara lain ketua APKETI, kemudian tahun 1985 sampai dengan tahun 1990 sebagai
mitro Bulog Propinsi Jambi dalam penyalurabn gula dan tepung terigu.
Ketua Umum Kadinda Propinsi Jambi dari tahun 1990 sampai
dengan tahun 2000. Dalam kepartaian beliau juga menjabat sebagai ketu umum PAN
kota Jambi tahun 1998 sampai tahun 2001, kemudian pada tahun 2001 sampai 2004
menjabat sebagai ketua Umum PAN propinsi Jambi. Disamping itu masih banyak lagi
jabatan-jabatan lainnya, antara lain sebagai ketua Tim potensi daerah Jambi ke
luar negeri, ketua Alumni SMA 2 Jambi, ketua madrasah Nurdin Hasanah, dan ketua
perkumpulan Mesjid Nurdin Hasanah.
Masa Kecil H. Zulkifli Nurdin
H. Zulkifli Nuridn lahir di Muara Sabak pada 12
Juli 1948 adalah anak pertama dari pasangan H. Nurdin Hamzah dan Hj.
Nurhasanah. Dimasa kecilnya telah memiliki bakat sebagai seorang
pemimpin dan usahawan. Hal ini boleh jadi merupakan bakat warisan ayahnya yang
memang seorang pedagang dan tokoh dalam masyarakat.
Semasa kecil, Zulkifli Nurdi Hamzah seperti umumnya
anak-anak lain di Muara Sabak setiap malam belajar mengaji pada seorang guru
kampung dan sebagaimana anak sebayanya dia juga bermain dengan teman-temannya
bermacam permainan tradisional seperti permainan gasing, cecak lele dan
permainan tradisional lainnya. Zulkifli Nurdin di amsa kecilnya juga gemar
memancing dan berenang di sungai bersama teman-temannya. Dalam pergaulan
sehari-hari telah nampak sosok dirinya yang disenangi oleh anak-anak lain dan
dijadikan pemimpin oleh temannya sebayanya.
Ketika berumur kurang lebih 5 tahun Zulkifli Nurdin telah
menghatamkan Al-Qur’an dan sebagimana adat kebiasaan oleh
orang tuanya dilakukanlah upacara syukuran khatam Qur’an dengan mengundang
sanak kerabat dan teman sejawat pertanda rasa syukur kepada Allah swt dan
tradisi di kampung bagi anak yang telah menamatkan Al-qur’an.
Dalam kehidupan sehari-hari oleh orang tuanya Zulkifli
Nurdin dididik cukup keras terutama dlama hal kedisiplinan, hemat, ulet, tekun
dan dilatih untuk bertanggung jawb. Tak jarang dia diberi tugas pekerjaan kasar
seperti mengambilkayu bakar, membersihkan kamar mandi dan pekerjaan kasar
lainnya, sehingga meskipun zulkifli pengusaha sukses dilingkungan masyarakat
Jambi dan ada pembantu kehidupan sehari-harinya. Zulkifli Nurdin juga ikut
membantu orang tuanya menjual tepung terigu bersama pekerja-pekerja yang diupah
Ayahnya sehingga itu adalah hal biasa bila baju yang dipakainya kadang
berlumuran tepung atau gula pasir.
Disamping bakt kepemimpiann yang telah menonjol di
lingkungan pergaulannya sehari-hari, zulkifli nurdin juga telah emnapkakan bakt
yang sama dilingkungan sekolah formalyang diikutninay pada masa itu, yakni di
sekolah rakyat (SR) diman ia aktif dalam organisasi sekolah.
Ketika memasuki mas pertengahan pendidikan di sekolah
rakyat, zulkifli nurdin pindah dari kampung kelahirannya muara sabak dan
melanjutkan studi ke sekolah taman budaya Jambi. pada saat inilah ia harus
meninggalkan kehidupan di kampungnya untuk memulai kehidupan baru dikampung
manggis, dibelahan pusat kotamadya Jambi.
Di kampung manggis, zulkifli Nurdin hidup dlama lingkungan
agamsi karena memang di Kota Madya Jambi dan Propinsi Jambi pada umumnya
masyarakatnya adalah masyarkat Islam.
Pertumbuhan Remaja .
Seperti diketahui bahwa Zulkifli Nurdin di masa remajanya
menajalani pendidikan formal di sekolah rakyat, dilanjutkan ke sekolah menengah
pertama dan kemudian sekolah menegah atas di Jambi pada pagi hari, disiang hari
membantu usaha ayahnya dan di malam hari mendapatkan pendidikan agama, seprti
meganji maupun pendidikan agama lainnya melalui guru kampung atau ustadz
sehingga aia dapat menghatmakan Al-qur’an 30 Juz di kala masih berusia
kanak-kanak.
Dilingkungan sekolah, Zulkifli Nurdin aktif dalam kegiatan
organisasi sekolah, Ia dipercaya sebagai ketua pelajar, aktif dlaam kegiatan
olahraga dan kesenian sekolah, di kampungnya id juga katif dalamkegiatan
jasjid. sehingga dari sini telah tampak bakatnya yang menonjol dalma organisasi
dan kepemimpinan ditandai dengan seringnya is ditunjuk pada berbagai kegiatan
disekolah sejak di sekolah raktya, sekolah menegnah pertama, hingga sekolah
menengah atas.
Disamping kesiubukan dalam kegiatan sekolah dan
keamasyarakatan, zulkifli nurdin juga menamatkan bakat di bidang wira-usaha.
Ketika di sekolah menengah pertama, Zulkifli Nurdin sering bolak balik
Jambi-Singapura diajak oleh Ayahnya dan ini memberikan pengalaman usaha baginya
yang kemudian harus menjadi bekal dalam menjalani dan mengembangkan
usahanya.
Ketika membantu orang tua, kegiatan usahanya pun telah
melebar ke Luar daerah Jambi dimana ia menjadi pemasok tepung terigu dan gula
(bahan pokok) ke sumatera barat dan Palembang.
Propesi dan Pengabdian
Propesi yang ditekuni oleh Zulkifli Nuridn adalah bakat
lahir yang diwariskan oleh orang tuanya dan merupakan panggilan nurani yang
telah terbian sejak masa kanak-kanak.
Orang tua, terutama ayahnya, Nurdin Hamzah, adalah sosok
yang paling mendukung sekaligus menjadi guru baginya karena Zulkifli Nurdin
terlahir dari leingkungan keluarga pengusaha. Sukses yang diraih karena beliau
telah terlatrih dengan ketekunan berusah, rajin dlama bekerja dan memiliki
pengetahuan dan pengalaman yang baik dibidangnyua sejak masa kecil.
Meskipun usaha yang dijalankan telah sukses namun Zuklifli
Nurdin belum merasa puas sampai disini karena tantangan masa depan yang beguti
besa sehingga beliau terus meningkatkan dan memperluas usaha yang dimiliki
dengna memperluas sayap usaha di luar propinsi Seperti Sumatera Barat,
Palembang, Surabaya dan Jakarta.
Di samping memimpin perusahaan beliau juga aktgif di
organisasi profesi seperti mejadi ketua umum penyalur terigu, bulog, kadin,
kabinda Propinsi jambi, dan Juga sebagai ketua umum PAN Jambi di
masa reformasi.
Melalu pemilu 1999, Zulkifli Nudin terpilih menjadi anggota
DPR/MPR sebagai wakil propinsi Jambi, dan pada tahun 1999 oleh Partai Amanat
Nasional Zulkifli Nurdin dicalonkan menajdi gubernur Jambi dan didukung oleh
bebewrapa paratai lainnya.
Menjelang dilakukan pemilihan oleh DPRD Propinsi Jambi,
setiap calon menamilkan visi dan misinya. Ketika menyampaikan dan memaparkan
visi misi serta program pembangunan propinsi Jambi, Zulkifli Nurdin mendapatkan
sambutan yang sangat positif baik oleh anggota DPRD Propinsi Jambi maupun
kalangan masyarakat yang ikut menyaksikan di dalam persidangan DPRD yang
terbuka untuk mumum.
Beberapa hari kemudian tepatnya pada tanggal 22 November
1999, dilakukan siding Istimewa Khusus DPRD propinsi Jambi untuk memilih
Gubernur Propinsi Jambi dari 3 calon yang ada dengan hasil suara:
1. Drs. Zulkifli Nurdin 34 suara
2. Drs. Ramli Jalil 2 Suara
3. Drs. Hasyip Kalimuddin Syam 9 Suara
Sehingga dalam pemilihan yang dilakukan secara demokratis
dan terbuka untuk umum, Zulkifli Nurdin berhasil memperolah suara terbanyak
dengan 34 suara.
Setelah melalui proses dan prosedur yang berlaku, maka pada
hari jumat, tanggal 10 Desember 1999 Zulkifli Nurdin resmi dilantik sebagai
Gubernur Jambi dalam sidang pleno istimewa DPRD tingkat I oleh Menteri Dalam
Negeri yang pada waktu itu dijabat oleh Suryadi Sudirja.
Langkah pertama yang dilakukan oleh Zulkifli Nuridn sebagai
Gubernur Jambi adalah melakukan normalisasi politik dan kemasyarkatan sehingga
situasi dan gejolak politik dan kemasyarakatan serta jalannya roda pemerintahan
berjalan normal kembali sehingga tak terjadi gejolak politik pada roda
pemerintah dalam masyarakat.
Langkah berikutnya, Zulkifli Nurdin menyiapkan Program 100
hari sebagai langkah awal persiapan untuk melangkah memasuki program berikutnya
yaitu Propeda (program Pembangunan daerah) dan renstra (rencana strategis)
setelah mengetahui kondisi riil pemerintahan daerah, maka zulkifli Nurdin
berusah kers untuk meningkatkan Pendapatana Asli Daerah (PAD) disamping itu
mencari dan berusaha agar investor baik dari dalam maupun luar negeri berkenan
menanamkan modalnya ke propinsi Jambi.
Tenggang satu tahun pemeritahan Gubernur Zulkifli Nurdin,
Indonesia dilanda multi krisis yang juga berimbas ke propinsi Jambi dengan
munculnya berbagai gejolak politik dan sosial yang ditandai dengan maraknya
demo dari beberapa kalangan seperti dari kalangan mahasiswa buruh-buruh
perkebunan dna masyarakat tentang permasalahan tanah sehingga praktis dalam
masa tenggang satu tahun tersebut Gubernur Zulkifli Nurdin banyak disibuk
menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut.
Memasuki tahun 2000 Gubernur Zulkifli Nurdin telah
dapat meredakan permasalahan-permasalahan sosial, politik dan keamanan di
Jambi, meskipun di beberapa daerah lainnya di Indonesia masalah politik, sosial
dan keamanan masih menajdai problema, sehingga beliau dapat mencair
langkah-langkah untuk dapat meningkatkan pembangunan daerah Jambi.
Memasuki tahun 2001 diberlakukanlah otonomi daerah yang
memberikan kewenangan luas kepada daerah yang mengatur rumah tangga sendiri
sesuai dengan UU No.22 tahun 1999, dimana diberikan wewenang pada, pemerintah
propinsi, kabupaten dan kota secara luas, untuk mengatur dan membangun daerah
sesuai potensi masing-masing daerah.
Dalam kondisi demikian Gubernur Zulkifli Nurdin telah mampu
merekatkan hubungan antara propinsi, kabupaten dan kota sehingga tidak terjadi
aroganisasi kedaerahan. Berkaitan dengan ini beliau mampu mengatur pembagian
saham yang diperoleh masing-masing daerah baik saham yang diperoleh propinsi
maupun yang diperoleh masing-masing kabupaten dan kota secara proporsional dan
adil.
Tujuan dan sasaran pembangunan diarahkan Gubernur kepada
kepentingan rakyat kecil (Masyarakat Desa) dengan tidka mengabaikan masyarakat
kota dan investor besar. Untuk kepentingan masyarakat kecil Geubernur telah
mengembangkan ekonomi kerakyatan denganjalan memberikan kredit usah kecil agar
ekonomi kerakyatan dapt tumbuh dan berkembang khsusunya di sector pertanian. Di
bidang pertanian Gubernur telah menciptakan sentra-sentra pertanian, misalnya
sentra kedelai, jagung, jeruk dan lain-lain sebagai usaha pengembangan potensi
holtikultura dan memberikan kesempatan kerja.
Sedangkan bagi investor diusahakan agar dapt mengembangkan
potensi perkebunan, seperti kelapa sawit, karet dan pengolahan hasil perkebunan
yang dpat memberikan kesepatan kerja yang luas bagi masyarakat disamping
memberikan kesempatan untuk membangun potensi derah lainnya misalnya
pertambangan untuk membangun potensi daerah lainnya misalnya pertambangan
minyak clan gas, pembanguan PLTA kerinci yang bekerjasama dengn pemerintah
Norwegia dan Malaysia.
Ditengah lancarnya jalan roda pemerintahan ada
kendala-kendala yang dihadapi yang dihadapi terutama adalah persoalan
lingkungan yang secara sporadis belum kondusif, dengan adanya gejolak sosial
yang muncul yang dapt menghamabat masuknya investor asing.
Faktor yang paling mendukung jalannya pemerintahan dan
pembangunan adalah dukungan dari semua golongan masyarakat Jambi secara luas
dalam proses pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah Jambi guna mewujudkan kesejahteraan
bagi masyarakat Jambi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar